Feeds:
Posts
Comments

Woro – woro…
Diberitahukan kepada Rekan Rekan KOTA..Diharapkan Kehadirannya Dalam Rangka SUNATAN anaknya Bpk.SALMAN Pada Tanggal 08 Oktober 2011 bertempat di Perumahan Kota Bumi, Jl. Pepaya 3 No. 12 Pondok Makmur, Tangerang Jam 15.00 WIB..Diharapkan untuk tiap tiap Korwil untuk menyampaikan berita ini ke pada anggotanya..Salam KOTA..

Kami dari Komunitas Onthel Tangerang (KOTA) ingin mengucapkan Marhaban yaa Ramadhan, pucuk selasih bertunas menjulang dahannya patah tolong betulkan, puasa Ramadhan kembali menjelang, salah dan khilaf mohon dimaafkan. Selamat Menunaikan Ibadah puasa kepada seluruh Onthelis Nusantara….

PEMBERITAHUAN

Bersama ini kami beritahukan Susunan Kepengurusan  KOTA ( Komunitas Onthel Tangerang) yang baru untuk periode 2011-2014, didasarkan hasil musyawarah teman onthelis KOTA pada hari

Minggu, 27 Februari 2011

di Taman Makam Pahlawan “Taruna”  Tangerang.

Adapun susunan kepengurusan

KOTA (Komunitas Onthel Tangerang) periode 2001-2014  sebagai berikut :

Ketua                         : Bpk. Ujang Suparno ( Usup Kumis)

Wakil Ketua             : Bpk. Darma Atmaja ( Kumbang Heren )

Sekretaris                 : Bpk Heri

Bendahara                : Bpk. Yus

Korwil Kotabumi    : Bpk. Salman

Korwil Neglasari     : Bpk. Edy

Korwil Sukasari       : Bpk. Deden

Korwil Pabuaran     : Bpk. Denny
Perubahan Susunan Kepengurusan  KOTA ( Komunitas Onthel Tangerang) yang baru untuk periode 2011-2014 ini agar dapat diketahui oleh

Seluruh Komunitas Onthel di Indonesia, dengan adanya

perubahan ini kami berharap dapat menyebarkan virus onthel

khususnya wilayah tangerang dan sekitarnya.
Tangerang,  28 Februari 2011

T T D
Komunitas Onthel Tangerang (KOTA)

Hari itu,sabtu 30 januari 2010 kami,Komunitas Onthel Tangerang berkemas untuk memenuhi undangan acara sepeda onthel yang di kemas oleh Pagoejoeban sepedah Baheoela  (PSB) yang bekerja sama dengan pemerintahan kota Bandung dalam rangka memperingati hari ulang tahun Pagoejoeban sepedah Baheoela (PSB) yang ke-5.Acara yang dikemas dengan Tema Bandoeng Laoetan Onthel,begitu semarak karena dihadiri hampir seluruh onthelis/ta se-nusantara dan bahkan dihadiri juga oleh undangan dari malaysia yang diwakili oleh 2 (dua)orang dari KBTBB (Kelab Basikal Tua Batu Berendam) Malaka,Malaysia.

Berbekal semangat untuk melestarikan budaya dan membudayakan olah raga,solidaritas sesama pecinta,pemilik dan penikmat sepeda onthel,dan menjalin tali silaturahmi antar sesama onthelis/ta. persiapanpun kami lakukan dengan matang agar rencana untuk berangkat menuju Bandung Lautan Onthel berjalan sesuai harapan dan dapat kembali dengan selamat.

para pasukan onthel,dalam perjalanan menyerbu Bandung

istirahat sejenak,sambil menikmati tahu sumedang di Tol Cikampek

salah satu pasukan ada yang teler,untung ada sinshe hehehe...

setelah melalui perjalanan panjang dan cukup melelahkan,sampailah kami ditempat tujuan;gedung Diklat Kerata Api jln.Laswi No.23 Bandung pukul 18.15 (tempat diselenggarakannya Bandoeng Laoetan Onthel). Kami semua turun dari kendaran yang mengantarkan kami ketempat hajat,untuk sekedar meluruskan kaki-kaki kami yang selama dalam perjalanan tanpa bisa sekedar meluruskan kaki,sebelum membongkar kuda besi tunggangan kami yang masih terikat di tiang-tiang gerobak raksasa yang membawa dan mengantar kami.Selesai membongkar muatan dan melakukan registrasi di meja panitia,kami langsung menuju AULA dimana malam itu sebagai acara pembukaan diadakan saresehan yang melibatkan seluruh peserta.

Acara Pembukaan Bandoeng Laoetan Onthel dimulai,para Demang pengurus PSB dan panitia siap memberikan sambutan

Onthelis;menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya"

Bersama mas Towil,salah satu motor penggerak Onthel Jogja (Podjok)

selesai acara pembukaan dan saresehan,acara selanjutnya bebas.Kami tidak menyia-nyiakan kesempatan kami di Bandung,kami ingin menikmati indahnya kota Bandung dimalam hari dengan bersepeda.kami memberikan kesempatan buat teman-teman kami yang ingin ikut menikmati kota Bandung dimalam hari ber-Onthel ria,

dari kiri ke kanan orang ke-3,7dan11 merupakan onthelis dari KOSTUM Makassar "Oncel cs"

dan tanpa kami sadari ada 3 onthelis yang masuk rombongan kami ternyata onthelis tamu yang cukup loyal dalam kegiatan sepeda onthel.Mereka adalah Bang ONCEL cs dari KOSTUM Makassar.

Gedung Merdeka,salah satu bangunan bersejarah di kota Bandung

selesai menikmati menu makanan ala Nasi EDAN,kami melanjutkan perjalanan menyusuri kota Bandung.walaupun touring malam tanpa pemandu dari panitia,tapi tidak surut langkah kami untuk ngonthel keliling diseputaran jl Asia Afrika,Alun2,jl Braga.

Akhirnya kami harus menyudahi touring malam kami,menikmati keindahan dan suasana malam kota Bandung,karena kami harus beristirahat untuk mempersiapkan fisik kami melanjutkan touring pagi beserta seluruh onthelis/ta nusantara.

setelah beristirahat (yang lumayan nyaman) kami mesti bergegas bangun untuk mempersiapkan diri dan onthel-onthel kami yang pagi itu mau melaksanakn Touring keliling seputar Kota Bandung.sehabis menikmati menu sarapan pagi yang disediakan oleh Panitia,kami berkemas untuk mengikuti Touring yang akan dimulai tepat jam 08.00. Akhirnya bendera start dikibarkan,para peserta Touring berduyun-duyun untuk mulai meng-gowes pedal-pedal sepeda Onthel kesayangannya.

sebagian Onthelis KOTA,foto bersama sebelum Touring Pagi

peserta Touring Onthel berduyun-duyun di garis Start

salah satu jalan yang dilewati dalam Tuoring BLO

memasuki garis Finish,tampak Onthelis dari Kalimantan dengan pakaian adatnya

beragam rupa dan warna onthelis nusantara (ada panampakan pak KUMIS dari POC Pringsewu,kaos tangan panjang merah,rompi biru+Blangkon)

selesai Touring,acara bebas. Buat Onthelis yang ingin mencari klitikan,banyak sekali stan klitikan yang menawarkan berbagai macam onderdil sepeda onthel,tinggal dipilih yang cocok sesuai kebutuhan dan tawar-menawar harga.Panitia juga menyuguhkan hiburan irama musik dangdut,untuk menghibur para onthelis/ta setelah lelah mengikuti Touring.

"Bang Kumis+Bang Pitoeng" gak mau ketinggalan untuk bergoyang.

hati2 Bang Pitoeng,dibelakang ente ade Wiro Sableng hehee

Display "Gazelle"salah satu sponsor BLO

sepeda ter-KARAT se-Nusantara

onthelis mpot-mpotan,gak mau ketinggalan

onthelista nyasar,dari Padang nyangkut di PSB,dari PSB kecantol KOTA hahaha...(pa khabar Mega?)

rasa letih dan lelah menghinggapi onthelis KOTA dalam perjalanan pulang

Akhirnya,sampailah kami di Tangerang. Bongkar muatan kloter pertama

Awas Tangkap,warisan leluhur nih!!!

silahkan dipilih,awas jangan sampai tertukar

Terimakasih untuk seluruh onthelis KOTA atas partisipasi serta pengorbanannya sehingga KOTA dapat hadir memenuhi undangan dari PSB dalam rangka memeriahkan hari jadi PSB dengan Tema Bandoeng Laoetan Onthel. Semoga kebersamaan ini dapat selalu kita jaga. Tak lupa ucapan terimakasih kami untuk Panitia Acara yang telah menyambut kedatangan kami serta mengakomodir kami selama acara.

Gambang kromong merupakan kesenian campuran/pembauran yang harmonis antara unsur Pribumi dengan unsur Cina/Tionghoa dalam dunia musik yang dapat kita lihat dalam kesenian Orkes Gambang kromong.Perpaduan itu tampak pada alat-alat yang digunakan dalam Orkes Gambang Kromong, sebagian alat seperti; Gambang,Kromong,Kemor,Kecrek,Gendang,Kempul,Slukat,  dan Gong merupakan unsur Pribumi.sedangkan Tehyan,Kongahyan dan Sukong merupakan unsur alat musik Cina. Jadi dapat disimpulkan bahwa Gambang Kromong merupakan Produk Akulturasi dari Cina keturunan dan Pribumi. Terbentuknya Orkes Gambang Kromong tidak dapat dilepaskan dari Nie Hu-Kong seorang pemimpin golongan Cina yang hidup pertengahan abad ke-18 di Batavia/Jakarta dan dikenal sebagai penggemar musik. Atas Prakarsa beliau lah terjadi penggabungan alat-alat musik yang biasa terdapat dalam Pelog Slendro dengan yang dari Tiongkok,pada masa itu Orkes Gambang Kromong hanya dimiliki oleh Baba-baba peranakan Cina.

Pada kesempatan itu, minggu 10-01-2010 pukul 19.00,kami,Komunitas Onthel Tangerang di Undang untuk menghadiri acara haul Almarhum kakek dari salah satu sahabat Onthelis KOTA(meninggal sekitar 5 tahun yang lalu dalam usia 93 tahun),yang mana dalam acara tersebut para Tamu undangan dihibur dengan Orkes Gambang Kromong.Disana kami dapat kesempatan menyaksikan langsung(bahkan ikut berpartisipasi dan menikmati) kesenian yang sudah mentradisi secara turun- temurun. rehat sejenak didekat lokasi sambil menunggu onthelis yang lain.

Rehat sejenak di dekat lokasi sambil menunggu onthelis yang lain.

setelah di rasa tidak ada lagi yang ditunggu,kami pun meluncur ke lokasi (jl.M.Toha No…..Pasar baru Tangerang).begitu sampai di lokasi,kami disambut gembira oleh tuan rumah dan langsung dipersilahkan masuk untuk menikmati hidangan yang telah disediakan(maaf tidak terdokumentasi).selesai menikmati hidangan kami menuju area panggung hiburan,yang mana Om Rudi sekeluarga sengaja menyuguhkan hiburan berupa Orkes Gambang Kromong(yang merupakan kesenian kebanggan masyarakat Betawi dan Tionghoa)

sebagian Onthelist ikut berjoget ria bersama encek dan encim

bang Kumis.turun dari panggung,berbaur lagi bersama encek dan encim

malam semakin larut,alunan irama Orkes Gambang Kromong semakin mendayu,menambah suasana makin meriah.tanpa terasa jam di tangan sudah menunjukan pukul 22.00,memperingatkan kami untuk mengakhiri kebersamaan dalam berbagi kebahagiaan bersama keluarga sahabat onthelis kami.belum puas rasanya kami bersama dan berbagi sambil menikmati kesenian yang men-tradisi,tapi kami mesti berbagi dengan waktu; untuk memberikan kesempatan bagi jiwa dan raga kami masing-masing ber-istirahat,melepas semua letih dan lelah setelah aktifitas kami di hari itu dan mempersiapkan diri menjalani aktifitas dan rutinitas di esok hari. Harapan kami: semoga kami masih bisa menjaga,merawat, meneruskan dan atau melestarikan kesenian tradisional ini atau paling tidak dikemudian hari kami masih dapat menyaksikan dan menikmati kesenian warisan budaya leluhur.

pengabadian di persimpangan

senyum ceria onthelis KOTA

Mudah-mudahan senyum ceria selalu dapat kami lemparkan/sunggingkan ke setiap onthelis secara khusus dan keseluruh umat manusia di bumi pertiwi ini.

Tanpa terasa kita sudah harus meninggalkan tahun 2009,memulai kembali membuka lembaran baru di tahun 2010.dengan Do’a,semangat dan harapan baru semoga di tahun 2010 hidup aman,tentram dan damai menyertai langkah masyarakat indonesia secara menyeluruh dan semoga onthelis/onthelista se-nusantara tetap teguh dengan komitmennya untuk terus menkayuh pedal2 sepeda tua,menunjukan pada dunia bahwa kita masih melestarikan budaya dan berusaha untuk membudayakan kembali bersepeda memberi contoh pada masyarakat secara umum bahwa bersepeda itu menyehatkan buat diri sendiri serta lingkungan,karena dengan bersepeda tidak ada polusi yang ditimbulkan sehingga tidak menambah pencemaran udara. Di malam pergantian tahun ini,kami mencoba mewarnainya dengan bersepeda ria bersama rekan2 onthelis/onthelista mpot2an menyusuri sebagian  wilayah pemerintahan Kota Tangerang.

berkumpul sebelum star,depan pemerintahan Kota Tangerang

kiki n mala,mencoba ikut memberi warna dengan bersepeda

Halo........iya nih lagi ngonthel!

Onthel,tetap melintas diantara sepeda motor

istirahat di depan masjid Agung Tangerang

cing ivan,salah ngomong ye...

ada aja masyarakat yang ingin tahu tentang Onthel

begaye pake caping

"Kembang Api" petanda pergantian tahun

semoga dunia ikut tersenyum

perahunya tidak di air,tapi di hamparan pasir di bibir pantai

Bagi sebagian orang khususnya masyarakat Tangerang dan sekitarnya,nama Tanjung Kait pastilah tidak asing lagi di telinga.Tapi mungkin buat masyarakat luas diluar sana banyak yg belum tahu apa dan dimana itu Tanjung Kait. Tanjung Kait adalah sebuah tempat wisata bahari,dimana kita disana bisa bermain pasir dibibir pantai,menikmati jajanan & makanan khas hasil laut,dan merupakan dermaga kecil yg melayani penyebrangan diantaranya; ke Pulau Cangkir,burung,pramuka dan kepulauan seribu.serta tempat dimana para pemancing mania dapat menyalurkan hoby dan hasratnya untuk mancing dilaut,yg mana para nelayan disana juga melayani jasa penyewaan perahu-perahu mereka buat para pemancing,dengan waktu dan tarif sewa perahu bervariatif sesuai kesepakatan.berada disebelah utara Kabupaten Tangerang,atau tepatnya Desa Tanjung Kait,Kecamatan Mauk,Kab.Tangerang (maaf kalau salah).      Terdorong rasa penasaran untuk mencoba menikmati keindahan tempat wisata tsb dengan cara lain,Hari itu minggu 20/12/2009 kami,KOTA (Komunitas Onthel Tangerang) menyusuri lika-liku kepadatan lalulintas dan lubang-lubang jalanan yg memang banyak sekali jalan beraspal yg sudah terkelupas hingga tersisa bongkahan batu-batu gunung menyeruak ke permukaan jalan.

Onthel vs Angkot (Onthel nunggu Onthelis yg lain,Angkot nunggu penumpang )

cek Onthel,setelah melewati jalanan lubang & berbatu

setelah beristirahat sejenak dibawah rimbunya pepohonan yg ada di area persawahan, untuk sekedar melepas dahaga dan mengecek kondisi sepeda-sepeda kami sehabis melewati trek yg lumayan berat sepanjang +- 3km untuk ukuran sepeda Onthel.kami melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan sesuai yg telah direncanakan,dan kami sedikit lega karena jalanan yg berlubang sudah tidak ada lagi.Begitu mulai mendekati tempat tujuan,kami mulai melihat perahu-perahu nelayan yg bersandar tanpa nahkoda di sungai yg menghubung ke laut.mungkin sungai itu menjadi pelabuhan sementara bagi para nelayan atau bisa dibilang tempat parkirnya perahu nelayan.

sungai jadi pelabuhan sementara para nelayan

Hamparan Tambak ikan & udang seakan tak berujung

karunia Tuhan,keindahan dan kekayaan alam indonesia

setelah melewati perjalanan yg cukup melelahkan,akhirnya kami sampai di tempat tujuan, Tanjung Kait.Rasa lapar dan dahaga menghampiri kami, selain lumayan jauh untuk ukuran ngonthel treknya pun cukup membuat kami kelelahan.tanpa menunggu lama lagi kami segera mencari tempat yg dirasa cocok dengan lidah-lidah kami untuk bersantap.

sambil menunggu pesanan makanan,udang goreng+sambal limau uenak tenan..

perahunya gak di air,tapi dihamparan pasir di bibir pantai

Markas pemantau udara TNI AU

walaupun jalur pulang berbeda,tapi kami menemukan kembali perahu nelayan sandar di sungai

Onthel,bagi sebagian orang masih menjadi alat transportasi andalan

jalanan bersih,nyaris tanpa kendaraan bermotor dan pastinya minim pulusi

Tanpa kami sadari waktu terus bergulir,panas mentari menyengat sekujur badan kami dan sepertinya itu mendorong kami untuk pulang.sebenarnya kami masih ingin berlama-lama menikmati keindahan dan kemurahan Tuhan dengan segala ciptaannya. alangkah bahagianya masyarakat yg tinggal disepanjang jalan yg kami lalui,alamnya yg indah,lingkungannya yg asri,hampir tanpa pulusi serta masyarakatnya yg begitu ramah dan santun. bahkan masih terngiang di telinga kami sapaan dan komentar masyarakat pedesaan yg kami lalui,ada yg melontarkan pekik Merdeka,sepeda belanda,sepeda zaman dulu,sepeda Onthel dan entah apalagi yg kami tidak bisa untuk mengingat semuanya. sepertinya mereka mengungkapkan rasa Heran,Takjub,Kagum dsb nya atas keberadaan kami,yg mana di zaman Modern dan serba canggih masih ada yg mau mengendarai sepeda Onthel. Harapan kami,semoga masyarakat di sepanjang jalan yg kami lalui selalu menjaga keseimbangan alam serta masyarakatnya dan tidak memadati jalanan yg sepi,asri dengan kendaraan bermotor yg hanya akan menambah POLUSI dan semoga kami selalu diberikan kesehatan agar kami tetap dapat mengayuh dan melestarikan sepeda Onthel.

Malam itu tepatnya sabtu 12/12/2009 sekira pukul 19.00 salah satu Onthelis menyampaikan ide nya untuk menikmati suasana malam minggu di salah satu sudut kota kami.Tanpa  perlu waktu lama,sebagian temen-temen sesama pecinta dan pengguna sepeda Onthel  merespon ide tsb. Berangkatlah kami ke tempat  yg sebelumnya telah di sepakati yaitu salah satu Mall di Tangerang. Setelah melewati lika-liku perjalanan dan menembus kegelapan malam,sampailah kami di pelataran Mall  dan segera kami memarkirkan kuda besi tunggangan kami di halaman yg cukup luas di area tsb tanpa menggangu lalu lalang kendaraan bermotor maupun orang-orang yg berkunjung ke Mall tsb. Di tengah hiruk -pikuk insan muda mudi bermalam minggu dan kepadatan lalu lintas jalan raya,kami mencoba untuk menikmati keramaian dengan cara kami yg bermodalkan kuda besi tunggangan kami. Bukan maksud kami untuk memamerkan kuda besi tunggangan kami,karena memang kuda besi kami belum layak untuk dipamerkan sebagaimana barang koleksi yg di pamerkan. Kami hanya mencoba untuk melestarikan alat Transportasi yg di zamannya pernah menjadi ANDALAN untuk menunjang segala macam aktifitas.

alat transpotasi; dulu andalan,kini terlindas zaman

kuda besi yg masih setia mengantar dan menemani kami

tunggangannya tanpa polusi,tapi rokok nya masih polusi Om...

"Onthel" diantara transportasi modern

Disaat asyik berbincang,dari kejauhan kami melihat ada penampakan yg membuat obrolan kami terhenti. Ya. ada penampakan sepeda Onthel diseberang jalan. Rasa penasaran kami muncul untuk melihat dari dekat sepeda apakah gerangan? Salah satu dari kami mendekati si pemilik sepeda untuk sekedar berkenalan sambil melihat sepeda apakah yg beliau pakai,ternyata The Humber Dames dengan kondisi masih cukup bagus yg dipaksakan sang pemilik untuk membonceng putra kesayangannya di depan (di pasang kayu melintang di frame) berjalan-jalan menikmati suasana keramaian malam minggu.

demi keamanan sang anak,Dames pun alih fungsi. Tapi??? nyaman gak yah!!!!!

Setelah di rasa cukup menikmati keramaian di salah satu sudut kota Tangerang,kami pun sepakat meninggalkan areal tsb untuk kembali pulang,berkumpul bersama keluarga masing-masing. Dalam perjalanan pulang,kami bertemu dengan sekumpulan anak muda yang ternyata sesama pecinta sepeda tapi dari jenis yg berbeda. Ya,pecinta sepeda Low Rider yg menikmati malam minggu di sudut lain Tangerang. Kami pun singgah untuk  bersilaturahmi, saling share tentang sepeda masing-masing dan mengabadikan moment kebersamaan kami di malam itu.

bergabung; sesama pecinta sepeda

ada yg mulai meneliti tuh..........

pusing ya,ujian semester blom kelar. "mau Pintar,makanya Belajar"

Akhirnya waktu juga yg memisahkan kebersamaan kami,kebersamaan antara pecinta sepeda Onthel dan Low Rider. semoga di lain waktu dan kesempatan kita bisa berjumpa dan bersama-sama lagi dalam mengayuh,mencintai dan menikmati kuda besi. Sampai jumpa kawan,sampai bertemu kembali di kesempatan lain.

selamat malam dunia,dengan begini kami bersuka cita.

Semoga di lain waktu kita masih bisa selalu bersama,menikmati susut-sudut kota dan hiruk pikuk suasana malam di Tangerang.

Di hari minggu 06  Des 09 berita bahagia merasuki komunitas KOTA,salah satu Onthelis kami telah siap lahir bathin untuk melepas masa lajangnya demi membina bahtera rumah tangga yg harmonis,sakinah,mawadah dan warohmah. Kebahagiaan tersendiri buat kami dlm menyambut dan memeriahkan acara tsb,sehingga kami mempersiapkan diri untuk hadir dengan suasana dan cara kami sendiri. walaupun sebenarnya cuaca saat itu kurang mendukung, langit gelap dan sang mentari tidak menampakkan wujudnya,tapi tidak menyurutkan niat kami untuk berbagi kebahagiaan dengan sang Raja dan Ratu sehari dlm singgasana Pelaminan.

kumpul di basecamp,sambil menunggu onthelis yg lain

kumpul di basecamp,sambil menunggu onthelis yg lain

walaupun berbeda-beda,tapi tujuan sama "ngonthel"

walaupun berbeda-beda,tapi tujuan sama "ngonthel"

"keceriaan" hidup seakan tak ada beban

"keceriaan" hidup seakan tak ada beban

Akhirnya sampailah kami di titik kumpul kedua,korwil Neglasari/Sewan untuk beristirahat sejenak sekedar melepas dahaga dengan air mineral dan mengeringakan peluh kami.

ada yg gak beres nih di persenelingnya.........

Rasa dahaga telah hilang dan cucuran keringat pun sudah mengering,saatnya melanjutkan perjalanan.lika-liku kepadatan lalu lintas telah kami lalui,akhirnya sampailah kami di lokasi pernikahannya Sdr.Donny & Melysa. Tanpa buang waktu kami segera memarkirkan Onthel2 tunggangan kami dan tak sabar rasanya untuk segera berbagi kebahagiaan dengan kedua mempelai,memberikan ucapan selamat sebagai dukungan kami atas kebahagiaan tsb.

Dakungan telah kami berikan,kebahagiaan telah kami bagi,saatnya kami dipersilahkan untuk menikmati hidangan yg disediakan dan kebetulan bahan bakar kami perlu diisi kembali setelah menempuh perjalanan sekitar 8 km. Tanpa ba….bi…..bu…..langsung kami serbu menu yg ada.

krupuk udang kayaknya enak nih...

krupuk udang kayaknya enak nih...

selesai menyantap hidangan,kami menikmati hiburan dengan lantunan lagu-lagu indah bersuara merdu dari group Organ Tunggal………disaat asik menikmati hiburan,ada yg mengusik pikiran kami “Hujan” karena khawatir  dengan Onthel2 kami yg diparkir tanpa naungan.dan yg ada dalam benak kami “Sadel” Onthel kami pasti basah.

Hingga tibalah saatnya sang mempelai melakukan prosesi lempar bunga,tapi sayang Onthelis kami yg masih single tidak mau berpartisipasi dalam acara tersebut (entah kurang PD,atau memang masih ingin menikmati masa-masa indahnya jadi bujangan).

bersiap sebelum rangkaian bunga di lempar

bersiap sebelum rangkaian bunga di lempar

Tangkappppppppppppp...........(bunga nya)

Tangkappppppppppppp...........(bunga nya)

Waktu terus berlalu tanpa kami sadari,sepertinya kami harus meninggalkan dan menyudahi keceriaan dan kebahagian kami pada malam itu karena hari esok kami harus kembali dengan aktifitas dan rutinitas masing2. sebelum kami berpamitan pada kedua mempelai,kami diminta mengabadikan momen tsb bersama kedua mempelai. Satu hal yg membuat kami terkejut. sebelum foto bersama dimulai,sang mempelai laki-laki menanyakan keberadaan Onthel2 kami.dan tanpa kami sadari ternyata mempelai tsb berlari keluar  mengambil salah satu Onthel tunggangan kami untuk di abadikan bersama kebahagiaan kami.

Onthel buat persembahan he.he.heeeee

Onthel buat persembahan he.he.heeeee

cara kami meluapkan kebahagiaan

cara kami meluapkan kebahagiaan

Akhirnya tibalah waktunya kami untuk berpisah,mengakhiri kebersamaan kami dalam berbagi kebahagiaan.Doa kami Semoga kebahagiaan selalu mengiringi perjalanan Bahtera Rumah Tangga kalian.Amieennn

persiapan pulang, Sadel basah euiiii

selamat malam dunia

Ternyata, Asyik juga ngOnthel malam hari

sebelum perpisah,kami sempat mampir di rumah Om ………. untuk sekedar silaturahmi dan bertukar cerita yg pastinya tidak jauh dari Komunitas kami “Onthel” serta di temani kopi susu panas2 dan kacang garingnya sehingga angin malam (dingin,apalagi setelah diguyur hujan) yang tadi menyapu sekujur badan kami dalam perjalan,hilang sudah terkena siraman hangatnya kopi susu.

putra bungsu Om..........(kecil low rider,udah gede Onthel dong)!

sepertinya ada yg serius dibicarakan nih

terima kasih Om…….. atas sambutannya,hingga rasa dingin yang tadinya melekat ditubuh kami sirna bersama hangatnya obrolan dan kopi susu.          Di akhir kisah, Semoga Kebersamaan,Kehangatan,dan Kebahagiaan selalu menyertai kami “KOTA” (Komunitas Onthel Tangerang)

Senang rasanya kami dapat mendukung kegiatan ICE 2009 yg diadakan di Parkir Timur Gelora Bung Karno.walaupun harus berangkat di pagi buta (takut ketinggalan kereta hehehe),karena transportasi tsb yang akan mengantar kami ke stasiun Jakarta Kota.

onthel juga naik kereta

onthel juga naik kereta

setelah menikmati moda transportasi KA,sampailah kami di stasiun Jakarta Kota untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju ke Parkir Timur Senaya. Dalam perjalanan kami melihat sesuatu yang menurut kami UNIK,karena memang kami baru melihatnya. Tanpa pikir panjang kami meminta ijin untuk mengabadikan moment tsb,ya walaupun awalnya beliau-beliau berkeberatan,tapi akhirnya kami dapat meyakinkan bahwa kami tidak ada maksud yg bertujuan negatif. kami hanya ingin ada warna dalam dunia persepedaan.

patroli bersepeda "kenapa tidak"?

patroli bersepeda "kenapa tidak"?

tanpa kami sadari putaran roda-roda Onthel kami terus bergulir hingga makin mendekati target Parkir Timur Senayan,dan Onthelis KOTA tetap bersemangat untuk terus melaju.

indahnya jakarta tanpa kemacetan,nggowes pun lancarrrrr

indahnya jakarta tanpa kemacetan,nggowes pun lancarrrrr

Akhirnya sampailah kita ke tempat tujuan ICE=CLBK Parkir Timur Senayan,dan mengabadikan beberapa moment: ada yg narsis,ada pula yg apes.

terkadang keterbatasan memunculkan kekreatifan seseorang

terkadang keterbatasan memunculkan kekreatifan seseorang

tantangan game dari eiger,siapa takut!

tantangan game dari eiger,siapa takut!

sebelum meninggalkan senayan,kami berkumpul dan foto bersama
sebelum meninggalkan senayan,kami berkumpul dan foto bersama

Saat kami beranjak pulang,kami melihat seorang Model sedang berpose dengan sepeda Low Raider. mungkin itu salah satu cara komunitas Law Raider menunjukan  aktifitas komunitaas kebanggaannya,dengan gaya dan ekspresi bak model profesional.

cakep kan gue..............

cakep kan gue..............

demikianlah cara kami mengisi aktifitas di hari libur kami,menyalurkan hobi kami,dan berusaha untuk menyehatkan jiwa dan raga kami. semoga dikemudian hari kami dapat terus mengisi hari libur kami dengan penuh suka cita,bebas berekpresi,menyehatkan buat diri kami,dan tidak menambah polusi.

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.