Feeds:
Posts
Comments

Woro – woro…
Diberitahukan kepada Rekan Rekan KOTA..Diharapkan Kehadirannya Dalam Rangka SUNATAN anaknya Bpk.SALMAN Pada Tanggal 08 Oktober 2011 bertempat di Perumahan Kota Bumi, Jl. Pepaya 3 No. 12 Pondok Makmur, Tangerang Jam 15.00 WIB..Diharapkan untuk tiap tiap Korwil untuk menyampaikan berita ini ke pada anggotanya..Salam KOTA..

Kami dari Komunitas Onthel Tangerang (KOTA) ingin mengucapkan Marhaban yaa Ramadhan, pucuk selasih bertunas menjulang dahannya patah tolong betulkan, puasa Ramadhan kembali menjelang, salah dan khilaf mohon dimaafkan. Selamat Menunaikan Ibadah puasa kepada seluruh Onthelis Nusantara….

PEMBERITAHUAN

Bersama ini kami beritahukan Susunan Kepengurusan  KOTA ( Komunitas Onthel Tangerang) yang baru untuk periode 2011-2014, didasarkan hasil musyawarah teman onthelis KOTA pada hari

Minggu, 27 Februari 2011

di Taman Makam Pahlawan “Taruna”  Tangerang.

Adapun susunan kepengurusan

KOTA (Komunitas Onthel Tangerang) periode 2001-2014  sebagai berikut :

Ketua                         : Bpk. Ujang Suparno ( Usup Kumis)

Wakil Ketua             : Bpk. Darma Atmaja ( Kumbang Heren )

Sekretaris                 : Bpk Heri

Bendahara                : Bpk. Yus

Korwil Kotabumi    : Bpk. Salman

Korwil Neglasari     : Bpk. Edy

Korwil Sukasari       : Bpk. Deden

Korwil Pabuaran     : Bpk. Denny
Perubahan Susunan Kepengurusan  KOTA ( Komunitas Onthel Tangerang) yang baru untuk periode 2011-2014 ini agar dapat diketahui oleh

Seluruh Komunitas Onthel di Indonesia, dengan adanya

perubahan ini kami berharap dapat menyebarkan virus onthel

khususnya wilayah tangerang dan sekitarnya.
Tangerang,  28 Februari 2011

T T D
Komunitas Onthel Tangerang (KOTA)

Hari itu,sabtu 30 januari 2010 kami,Komunitas Onthel Tangerang berkemas untuk memenuhi undangan acara sepeda onthel yang di kemas oleh Pagoejoeban sepedah Baheoela  (PSB) yang bekerja sama dengan pemerintahan kota Bandung dalam rangka memperingati hari ulang tahun Pagoejoeban sepedah Baheoela (PSB) yang ke-5.Acara yang dikemas dengan Tema Bandoeng Laoetan Onthel,begitu semarak karena dihadiri hampir seluruh onthelis/ta se-nusantara dan bahkan dihadiri juga oleh undangan dari malaysia yang diwakili oleh 2 (dua)orang dari KBTBB (Kelab Basikal Tua Batu Berendam) Malaka,Malaysia.

Berbekal semangat untuk melestarikan budaya dan membudayakan olah raga,solidaritas sesama pecinta,pemilik dan penikmat sepeda onthel,dan menjalin tali silaturahmi antar sesama onthelis/ta. persiapanpun kami lakukan dengan matang agar rencana untuk berangkat menuju Bandung Lautan Onthel berjalan sesuai harapan dan dapat kembali dengan selamat.

para pasukan onthel,dalam perjalanan menyerbu Bandung

istirahat sejenak,sambil menikmati tahu sumedang di Tol Cikampek

salah satu pasukan ada yang teler,untung ada sinshe hehehe...

setelah melalui perjalanan panjang dan cukup melelahkan,sampailah kami ditempat tujuan;gedung Diklat Kerata Api jln.Laswi No.23 Bandung pukul 18.15 (tempat diselenggarakannya Bandoeng Laoetan Onthel). Kami semua turun dari kendaran yang mengantarkan kami ketempat hajat,untuk sekedar meluruskan kaki-kaki kami yang selama dalam perjalanan tanpa bisa sekedar meluruskan kaki,sebelum membongkar kuda besi tunggangan kami yang masih terikat di tiang-tiang gerobak raksasa yang membawa dan mengantar kami.Selesai membongkar muatan dan melakukan registrasi di meja panitia,kami langsung menuju AULA dimana malam itu sebagai acara pembukaan diadakan saresehan yang melibatkan seluruh peserta.

Acara Pembukaan Bandoeng Laoetan Onthel dimulai,para Demang pengurus PSB dan panitia siap memberikan sambutan

Onthelis;menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya"

Bersama mas Towil,salah satu motor penggerak Onthel Jogja (Podjok)

selesai acara pembukaan dan saresehan,acara selanjutnya bebas.Kami tidak menyia-nyiakan kesempatan kami di Bandung,kami ingin menikmati indahnya kota Bandung dimalam hari dengan bersepeda.kami memberikan kesempatan buat teman-teman kami yang ingin ikut menikmati kota Bandung dimalam hari ber-Onthel ria,

dari kiri ke kanan orang ke-3,7dan11 merupakan onthelis dari KOSTUM Makassar "Oncel cs"

dan tanpa kami sadari ada 3 onthelis yang masuk rombongan kami ternyata onthelis tamu yang cukup loyal dalam kegiatan sepeda onthel.Mereka adalah Bang ONCEL cs dari KOSTUM Makassar.

Gedung Merdeka,salah satu bangunan bersejarah di kota Bandung

selesai menikmati menu makanan ala Nasi EDAN,kami melanjutkan perjalanan menyusuri kota Bandung.walaupun touring malam tanpa pemandu dari panitia,tapi tidak surut langkah kami untuk ngonthel keliling diseputaran jl Asia Afrika,Alun2,jl Braga.

Akhirnya kami harus menyudahi touring malam kami,menikmati keindahan dan suasana malam kota Bandung,karena kami harus beristirahat untuk mempersiapkan fisik kami melanjutkan touring pagi beserta seluruh onthelis/ta nusantara.

setelah beristirahat (yang lumayan nyaman) kami mesti bergegas bangun untuk mempersiapkan diri dan onthel-onthel kami yang pagi itu mau melaksanakn Touring keliling seputar Kota Bandung.sehabis menikmati menu sarapan pagi yang disediakan oleh Panitia,kami berkemas untuk mengikuti Touring yang akan dimulai tepat jam 08.00. Akhirnya bendera start dikibarkan,para peserta Touring berduyun-duyun untuk mulai meng-gowes pedal-pedal sepeda Onthel kesayangannya.

sebagian Onthelis KOTA,foto bersama sebelum Touring Pagi

peserta Touring Onthel berduyun-duyun di garis Start

salah satu jalan yang dilewati dalam Tuoring BLO

memasuki garis Finish,tampak Onthelis dari Kalimantan dengan pakaian adatnya

beragam rupa dan warna onthelis nusantara (ada panampakan pak KUMIS dari POC Pringsewu,kaos tangan panjang merah,rompi biru+Blangkon)

selesai Touring,acara bebas. Buat Onthelis yang ingin mencari klitikan,banyak sekali stan klitikan yang menawarkan berbagai macam onderdil sepeda onthel,tinggal dipilih yang cocok sesuai kebutuhan dan tawar-menawar harga.Panitia juga menyuguhkan hiburan irama musik dangdut,untuk menghibur para onthelis/ta setelah lelah mengikuti Touring.

"Bang Kumis+Bang Pitoeng" gak mau ketinggalan untuk bergoyang.

hati2 Bang Pitoeng,dibelakang ente ade Wiro Sableng hehee

Display "Gazelle"salah satu sponsor BLO

sepeda ter-KARAT se-Nusantara

onthelis mpot-mpotan,gak mau ketinggalan

onthelista nyasar,dari Padang nyangkut di PSB,dari PSB kecantol KOTA hahaha...(pa khabar Mega?)

rasa letih dan lelah menghinggapi onthelis KOTA dalam perjalanan pulang

Akhirnya,sampailah kami di Tangerang. Bongkar muatan kloter pertama

Awas Tangkap,warisan leluhur nih!!!

silahkan dipilih,awas jangan sampai tertukar

Terimakasih untuk seluruh onthelis KOTA atas partisipasi serta pengorbanannya sehingga KOTA dapat hadir memenuhi undangan dari PSB dalam rangka memeriahkan hari jadi PSB dengan Tema Bandoeng Laoetan Onthel. Semoga kebersamaan ini dapat selalu kita jaga. Tak lupa ucapan terimakasih kami untuk Panitia Acara yang telah menyambut kedatangan kami serta mengakomodir kami selama acara.

Gambang kromong merupakan kesenian campuran/pembauran yang harmonis antara unsur Pribumi dengan unsur Cina/Tionghoa dalam dunia musik yang dapat kita lihat dalam kesenian Orkes Gambang kromong.Perpaduan itu tampak pada alat-alat yang digunakan dalam Orkes Gambang Kromong, sebagian alat seperti; Gambang,Kromong,Kemor,Kecrek,Gendang,Kempul,Slukat,  dan Gong merupakan unsur Pribumi.sedangkan Tehyan,Kongahyan dan Sukong merupakan unsur alat musik Cina. Jadi dapat disimpulkan bahwa Gambang Kromong merupakan Produk Akulturasi dari Cina keturunan dan Pribumi. Terbentuknya Orkes Gambang Kromong tidak dapat dilepaskan dari Nie Hu-Kong seorang pemimpin golongan Cina yang hidup pertengahan abad ke-18 di Batavia/Jakarta dan dikenal sebagai penggemar musik. Atas Prakarsa beliau lah terjadi penggabungan alat-alat musik yang biasa terdapat dalam Pelog Slendro dengan yang dari Tiongkok,pada masa itu Orkes Gambang Kromong hanya dimiliki oleh Baba-baba peranakan Cina.

Pada kesempatan itu, minggu 10-01-2010 pukul 19.00,kami,Komunitas Onthel Tangerang di Undang untuk menghadiri acara haul Almarhum kakek dari salah satu sahabat Onthelis KOTA(meninggal sekitar 5 tahun yang lalu dalam usia 93 tahun),yang mana dalam acara tersebut para Tamu undangan dihibur dengan Orkes Gambang Kromong.Disana kami dapat kesempatan menyaksikan langsung(bahkan ikut berpartisipasi dan menikmati) kesenian yang sudah mentradisi secara turun- temurun. rehat sejenak didekat lokasi sambil menunggu onthelis yang lain.

Rehat sejenak di dekat lokasi sambil menunggu onthelis yang lain.

setelah di rasa tidak ada lagi yang ditunggu,kami pun meluncur ke lokasi (jl.M.Toha No…..Pasar baru Tangerang).begitu sampai di lokasi,kami disambut gembira oleh tuan rumah dan langsung dipersilahkan masuk untuk menikmati hidangan yang telah disediakan(maaf tidak terdokumentasi).selesai menikmati hidangan kami menuju area panggung hiburan,yang mana Om Rudi sekeluarga sengaja menyuguhkan hiburan berupa Orkes Gambang Kromong(yang merupakan kesenian kebanggan masyarakat Betawi dan Tionghoa)

sebagian Onthelist ikut berjoget ria bersama encek dan encim

bang Kumis.turun dari panggung,berbaur lagi bersama encek dan encim

malam semakin larut,alunan irama Orkes Gambang Kromong semakin mendayu,menambah suasana makin meriah.tanpa terasa jam di tangan sudah menunjukan pukul 22.00,memperingatkan kami untuk mengakhiri kebersamaan dalam berbagi kebahagiaan bersama keluarga sahabat onthelis kami.belum puas rasanya kami bersama dan berbagi sambil menikmati kesenian yang men-tradisi,tapi kami mesti berbagi dengan waktu; untuk memberikan kesempatan bagi jiwa dan raga kami masing-masing ber-istirahat,melepas semua letih dan lelah setelah aktifitas kami di hari itu dan mempersiapkan diri menjalani aktifitas dan rutinitas di esok hari. Harapan kami: semoga kami masih bisa menjaga,merawat, meneruskan dan atau melestarikan kesenian tradisional ini atau paling tidak dikemudian hari kami masih dapat menyaksikan dan menikmati kesenian warisan budaya leluhur.

pengabadian di persimpangan

senyum ceria onthelis KOTA

Mudah-mudahan senyum ceria selalu dapat kami lemparkan/sunggingkan ke setiap onthelis secara khusus dan keseluruh umat manusia di bumi pertiwi ini.

Tanpa terasa kita sudah harus meninggalkan tahun 2009,memulai kembali membuka lembaran baru di tahun 2010.dengan Do’a,semangat dan harapan baru semoga di tahun 2010 hidup aman,tentram dan damai menyertai langkah masyarakat indonesia secara menyeluruh dan semoga onthelis/onthelista se-nusantara tetap teguh dengan komitmennya untuk terus menkayuh pedal2 sepeda tua,menunjukan pada dunia bahwa kita masih melestarikan budaya dan berusaha untuk membudayakan kembali bersepeda memberi contoh pada masyarakat secara umum bahwa bersepeda itu menyehatkan buat diri sendiri serta lingkungan,karena dengan bersepeda tidak ada polusi yang ditimbulkan sehingga tidak menambah pencemaran udara. Di malam pergantian tahun ini,kami mencoba mewarnainya dengan bersepeda ria bersama rekan2 onthelis/onthelista mpot2an menyusuri sebagian  wilayah pemerintahan Kota Tangerang.

berkumpul sebelum star,depan pemerintahan Kota Tangerang

kiki n mala,mencoba ikut memberi warna dengan bersepeda

Halo........iya nih lagi ngonthel!

Onthel,tetap melintas diantara sepeda motor

istirahat di depan masjid Agung Tangerang

cing ivan,salah ngomong ye...

ada aja masyarakat yang ingin tahu tentang Onthel

begaye pake caping

"Kembang Api" petanda pergantian tahun

semoga dunia ikut tersenyum

perahunya tidak di air,tapi di hamparan pasir di bibir pantai

Bagi sebagian orang khususnya masyarakat Tangerang dan sekitarnya,nama Tanjung Kait pastilah tidak asing lagi di telinga.Tapi mungkin buat masyarakat luas diluar sana banyak yg belum tahu apa dan dimana itu Tanjung Kait. Tanjung Kait adalah sebuah tempat wisata bahari,dimana kita disana bisa bermain pasir dibibir pantai,menikmati jajanan & makanan khas hasil laut,dan merupakan dermaga kecil yg melayani penyebrangan diantaranya; ke Pulau Cangkir,burung,pramuka dan kepulauan seribu.serta tempat dimana para pemancing mania dapat menyalurkan hoby dan hasratnya untuk mancing dilaut,yg mana para nelayan disana juga melayani jasa penyewaan perahu-perahu mereka buat para pemancing,dengan waktu dan tarif sewa perahu bervariatif sesuai kesepakatan.berada disebelah utara Kabupaten Tangerang,atau tepatnya Desa Tanjung Kait,Kecamatan Mauk,Kab.Tangerang (maaf kalau salah).      Terdorong rasa penasaran untuk mencoba menikmati keindahan tempat wisata tsb dengan cara lain,Hari itu minggu 20/12/2009 kami,KOTA (Komunitas Onthel Tangerang) menyusuri lika-liku kepadatan lalulintas dan lubang-lubang jalanan yg memang banyak sekali jalan beraspal yg sudah terkelupas hingga tersisa bongkahan batu-batu gunung menyeruak ke permukaan jalan.

Onthel vs Angkot (Onthel nunggu Onthelis yg lain,Angkot nunggu penumpang )

cek Onthel,setelah melewati jalanan lubang & berbatu

setelah beristirahat sejenak dibawah rimbunya pepohonan yg ada di area persawahan, untuk sekedar melepas dahaga dan mengecek kondisi sepeda-sepeda kami sehabis melewati trek yg lumayan berat sepanjang +- 3km untuk ukuran sepeda Onthel.kami melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan sesuai yg telah direncanakan,dan kami sedikit lega karena jalanan yg berlubang sudah tidak ada lagi.Begitu mulai mendekati tempat tujuan,kami mulai melihat perahu-perahu nelayan yg bersandar tanpa nahkoda di sungai yg menghubung ke laut.mungkin sungai itu menjadi pelabuhan sementara bagi para nelayan atau bisa dibilang tempat parkirnya perahu nelayan.

sungai jadi pelabuhan sementara para nelayan

Hamparan Tambak ikan & udang seakan tak berujung

karunia Tuhan,keindahan dan kekayaan alam indonesia

setelah melewati perjalanan yg cukup melelahkan,akhirnya kami sampai di tempat tujuan, Tanjung Kait.Rasa lapar dan dahaga menghampiri kami, selain lumayan jauh untuk ukuran ngonthel treknya pun cukup membuat kami kelelahan.tanpa menunggu lama lagi kami segera mencari tempat yg dirasa cocok dengan lidah-lidah kami untuk bersantap.

sambil menunggu pesanan makanan,udang goreng+sambal limau uenak tenan..

perahunya gak di air,tapi dihamparan pasir di bibir pantai

Markas pemantau udara TNI AU

walaupun jalur pulang berbeda,tapi kami menemukan kembali perahu nelayan sandar di sungai

Onthel,bagi sebagian orang masih menjadi alat transportasi andalan

jalanan bersih,nyaris tanpa kendaraan bermotor dan pastinya minim pulusi

Tanpa kami sadari waktu terus bergulir,panas mentari menyengat sekujur badan kami dan sepertinya itu mendorong kami untuk pulang.sebenarnya kami masih ingin berlama-lama menikmati keindahan dan kemurahan Tuhan dengan segala ciptaannya. alangkah bahagianya masyarakat yg tinggal disepanjang jalan yg kami lalui,alamnya yg indah,lingkungannya yg asri,hampir tanpa pulusi serta masyarakatnya yg begitu ramah dan santun. bahkan masih terngiang di telinga kami sapaan dan komentar masyarakat pedesaan yg kami lalui,ada yg melontarkan pekik Merdeka,sepeda belanda,sepeda zaman dulu,sepeda Onthel dan entah apalagi yg kami tidak bisa untuk mengingat semuanya. sepertinya mereka mengungkapkan rasa Heran,Takjub,Kagum dsb nya atas keberadaan kami,yg mana di zaman Modern dan serba canggih masih ada yg mau mengendarai sepeda Onthel. Harapan kami,semoga masyarakat di sepanjang jalan yg kami lalui selalu menjaga keseimbangan alam serta masyarakatnya dan tidak memadati jalanan yg sepi,asri dengan kendaraan bermotor yg hanya akan menambah POLUSI dan semoga kami selalu diberikan kesehatan agar kami tetap dapat mengayuh dan melestarikan sepeda Onthel.